Jumat, 02 Agustus 2013

Hijab ato Fashion Sesaat ...



Gue mo bahas fenomena yang lagi booming banget saat ini, yaitu hijab. Mumpung masih bulan Ramadhan, jadi tepat klo gue bawa’in tema ini. Sebelum melangkah lebih jauh lagi, gue mo sampe’in kalo post kali ini nggak terlalu cekakak cekikik, karna gue mo nyampe’in aspirasi soal hijab melalui sudut pandang gue sendiri. Langsung aja


Dalam artian bahasa, hijab itu berarti penutup. Bagi yang non-muslim hal ini sama dengan kerudung (headscarf) yang tentunya identik dengan lambang kesopanan. Dan bagi wanita muslim semestinya wajib menggunakan hijab sesuai aturan yang tertera dalam Qur’an kecuali pada pria yang uda mukhrimnya.
Pengertian luas dari hijab adalah selembar kain yang digunakan untuk menutupi rambut, telinga, leher, dan dada. Pemakaian hijab juga disertai pakaian yang menutupi hingga ke ujung tangan dan kaki mereka. Nggak ada guna juga lo berhijab tapi lo pake rok mini. Ataupun sekarang marak atasnya berhijab tapi bawah pakaiannya transparan. Untuk tau lebih jelas soal hijab silahkan searching sendiri, ato lo tanya ustadz/ustadzah.

Saat ini wanita Indonesia benar2 gandrung banget yang namanya berhijab. Yang gue heran mereka semua tiba2 dapet hidayah dari mana sih..?? Kok bisa hampir kompak’an gitu berhijabnya. Tapi ya itu urusan mereka tentang motif mereka sebenarnya hanya Tuhan dan masing2 Individualistis yang tau. Apakah mereka bener2 ingin lebih mencintai agamanya atau hanya sekedar fashion sesaat belaka, ato justru hanya untuk menutupi koreng yang ada di kepala mereka. Entahlah...??
Gue pernah iseng2 bahas soal hijabers2 ginian ama temen gue si Ruben. Waktu di Malang, gue waktu itu mo registrasi ulang di UM Malang ditemeni ma ruben, ya baca episode ini “Malang... (Again) With... “ klo belum tau kisahnya. Sebelum proses registrasi, gue sempet muter di area UM untuk liat kampusnya dan disitulah diskusi absurd kita dimulai.
Tu lo brow ada cewek cantik berjilbab”, Gue ngawalin pembicaraan.

“Lo jangan Horny disini brooo..”. Ruben dengan tampang innoncentnya.

Kampreett lu.. btw sekarang kok cewek2 pada insyaf dadakan ya brooo, hampir semuanya pake jilbab.”


“Bener bro,, tapi hijab mereka semua masih jauh kurang dari standarisasi Hijab bro”, Katanya sok tau.
Tapi kalo dipikir ulang bener juga sih yang dibilang ma Si Ruben. Banyak yang udah berjilbab, tapi nggak mikirin pakaian terusan mereka yang masih nampilin lekuk2 tubuh. Dan mari kita simak penjelasannya lagi :

“Maksud lo bro, standarisasinya seperti wanita2 yang ada di Pesantren Gontor/Temboro itu to bro...??”, Gue mancing diskusi.

“Ya nggak perlu se-extrem gitu juga, lo liat itu (sambil nunjuk cewek berjilbab yang lagi jalan) Itu hijabnya masih salah bro, karna bentuk tubuhnya masih keliatan dan itu juga berjilbabnya ada punuknya diatas kepalanya bro, itu juga malah dosa bro, klo berjilbab ada punuk diatas kepalanya.” Katanya mulai ngejudge.
Ya yang dimaksud dia adalah model berjilbab tapi bagian atas kepalanya ada semacam tonjolan. Katanya juga klo ada model berjilbab gitu udah pasti klo motif berhijabnya adalah untuk fashion. Ini contoh model yang di maksud :
 


“Ada dua macam penghuni neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh” (HR. Muslim).

Ini hadist yang memperkuat pernyata’an Ruben tentang wanita yang berjilbab namun masih memperlihatkan bentuk tubuh dan tonjolan seperti punuk yang biasanya ada di dalam jilbab.

“Ya intinya seseorang dikatakan bener2 afdol dalam berhijab itu klo si wanita yang berpakaian itu nggak ngundang perasa’an nafsu ke laki2, itu baru bener berhijab, klo kita sebagai laki2 nggak keundang nafsu klo liat tu perempuan, itu baru bener hijabnya bro”, Katanya menggurui.
La kan klo liat wajahnya gitu aja biasanya udah nafsu bro..??”.
“Ya itu mah dianya aja yang menderita kelainan sexual bro, lagian lo ada kambing dipake’in bikini aja paling lo udah nafsu brooo..”.
“YOU’RE SON OF BAT YOU KNOW ...??”.
 
Diskusi masih berlanjut, walaupun dia pecinta sexualitas yang sangat besar banget. Dia punya banyak koleksi blue diantara temen2 gue yang laen, malahan dia butuh hard disk sendiri buat nyimpen tu video. tapi gue nggak nyangka klo Ruben bisa punya referensi kayak gini, dan tentunya bisa nge-judge wanita berjilbab seenak udelnya setiap kita nemu’in cara hijab wanita yang masih salah.
Kalo itu gimana bro hijabnya, udah bener kah..?? (sambil nunjuk mahasiswi)”.
“Nahhh itu udah hampir bener broo, tapi jilbabnya kurang panjang nutupin dadanya broo..”.
Kalo itu broo..??” (sambil nunjuk mbak2 spg yang lewat berpakaian rok mini).
“Itu surga buat kita tapi Neraka buat dia bro.. Hahaha”.
“Hahahaha”, Gue ketawa garing.
Sekarang seperti gue yang bilang diatas, banyak banget pemudi yang lagi demen2nya berhijab, dewasa, remaja sampe alay’ers pun gandrung banget yang namanya berhijab. Untuk sekarang hijabers didominisi oleh mahasiswi, tapi sayangnya kebanyakan mahasiswi ini cenderung mikirin modislitas daripada religiulistas. Berbagai macam cara mereka berjilbab, dari yang asal pake, ato bener2 ngikutin trend pasar. Malah klo menurut gue yang asal pake itu biasanya lebih afdol dalam berhijabnya.
Semoga ntar gue nggak di demo ya para ladies2 yang lagi berhijab abis mosting tulisan ini. Karna si Ruben bikin status di Fesbuk aja yang isinya ngomentarin hijabers2 jaman sekarang aja katanya udah di hujat. Ya moga2 aja, rumah gue ntar nggak diamuk rombongan wanita berjilbab, hehehe. Semoga juga trend hijab ini nggak berlangsung sementara doang, gue berharap makin banyak wanita berjilbab yang tentunya sesuai syariah agama. Karna dari dulu gue sebelum ada fenomena hijab ini, salah satu impian gue adalah punya cewek berjilbab baik luar ato dalam. Gue pernah denger celetukan salah seorang temen gue :
“Cewek berjilbab nggak selalu baik broo, mungkin dia hanya nutupin kedoknya aja biar dikira alim bro, malah yang berjilbab itu biasanya membahayakan bro.”
Gue diem aja nanggepin pernyata’an itu, gue nggak setuju sama tu statement. Secara nggak langsung dia ngomong klo yang berpakaian tapi telanjang itu lebih baik daripada cewek berjilbab jaman sekarang. Walaupun gue bukan cewek, dan Alhamdullillah gue nggak berjilbab, tapi tetep aja ketidak terima’an tentu ada walaupun nggak 100 % gue nyalahin itu statement. Ada benernya juga kok kalo diliat dari itu statement, banyak yang berjilbab namun kelakuan masih jauh dari sesuai dari fungsi jilbab itu sendiri. Gue ambil contoh aja, Pemeran wanita di sinetron Indonesia. Katakanlah Sinetron A yang perempuan make jilbab tapi sifatnya dengkian, sombong, dan sering ngehujat orang. Banyak kok sinetron yang kayak gitu, klo gak percaya lo liat aja sendiri.
Ya itu dulu pendapat gue soal hijab di masa yang sekarang. Gue juga bagi2 bonus tentang manfaat dan Hikmah Berjilbab yang gue copasin dari salah satu sumber, biar kalian tambah yakin soal keputusan berhijab, lets chek this out :

1. Selamat dari adzab Allah (adzab neraka)
            
Ada dua macam penghuni neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi ra. menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

2. Terhindar dari pelecehan

Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku mereka sendiri. Karena wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,

Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari).

Jikalau wanita pada jaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanita pada jaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, maka bagaimana wanita pada jaman sekarang? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara Eropa (wanitanya tidak berjilbab).

3. Memelihara kecemburuan laki-laki

Sifat cemburu adalah sifat yang telah Allah SWT tanamkan kepada hati laki-laki agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya. Cemburu merupakan sifat terpuji dalam Islam.

“Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya.” (HR. Muslim).

Bila jilbab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki akan hilang. Sehingga jika terjadi pelecehan tidak ada yang akan membela.

4. Akan seperti bidadari surga

“Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56).

“Mereka laksana permata yakut dan marjan.”(QS.Ar Rahman: 5).

“Mereka laksana telur yang tersimpan rapi.”(QS.Ash Shaffaat: 49).

Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga. Yaitu menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa dirumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga.

Dengan berjilbab, wanita akan memiliki sifat seperti bidadari surga.



5. Mencegah penyakit kanker kulit


Kanker adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubah sifatnya. Kanker kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang disebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya.

Penelitian menunjukkan kanker kulit biasanya disebabkan oleh sinar Ultra Violet (UV) yang menyinari wajah, leher, tangan, dan kaki. Kanker ini banyak menyerang orang berkulit putih, sebab kulit putih lebih mudah terbakar matahari.

Kanker tidaklah membeda-bedakan antara laki-laki dan wanita. Hanya saja, wanita memiliki daya tahan tubuh lebih rendah daripada laki-laki. Oleh karena itu, wanita lebih mudah terserang penyakit khususnya kanker kulit.

Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanker kulit adalah dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan berjilbab. Karena dengan berjilbab, kita melindungi kulit kita dari sinar UV.

Melindungi tubuh bukan dengan memakai kerudung gaul dan baju ketat. Kenapa? Karena hal itu percuma saja. Karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat apalagi pakaian transparan. Berjilbab disini haruslah sesuai kriteria jilbab.

6. Memperlambat gejala penuaan

Penuaan adalah proses alamiah yang sudah pasti dialami oleh semua orang yaitu lambatnya proses pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam tubuh. Gejala-gejala penuaan antara lain adalah rambut memutih, kulit keriput, dan lain-lain.

Penyebab utama gejala penuaan adalah sinar matahari. Sinar matahari memang penting bagi pembentukan vitamin D yang berperan penting terhadap kesehatan kulit.

Namun, secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa sinar matahari merangsang melanosit (sel-sel melanin) untuk mengeluarkan melanin, akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin.

Jaringan kolagen dan elastin berperan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit.

Krim-krim pelindung kulit pun tidak mampu melindungi kulit secara total dari sinar matahari. Sehingga dianjurkan untuk melindungi tubuh dengan jilbab.

Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah. Dan jilbab pun memiliki manfaat. Ternyata tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya. Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.

Ternyata jilbab tak sekadar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya.

Jilbab tak hanya sekadar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanker dan proses penuaan.

Demikianlah Allah memberi kasih sayangnya kepada wanita melalui syariat islam yang sempurna.



Share this article :

0 komentar: